Showing posts with label Diri Sendiri. Show all posts
Showing posts with label Diri Sendiri. Show all posts

Thursday, January 10, 2013

Sby - Tuban - Srg

Ini adalah cerita perjalanan akhir tahun 2012 si Bebek kecil selama 4 hari 3 malam di Surabaya, Tuban dan  Semarang. Sudah lama ingin menuliskannya secara detail, tapi akhir tahun lalu, rasanya Bebek sama sekali tidak punya energi lebih untuk menggerakkan jari-jari di atas keyboard. Yaaa, itu kalimat berlebih untuk mendefinisikan istilah "malas menulis". 

Pemandangan Kota Semarang dari kamar hotel Pandanaran


Tahap 1 : perencanaan 
  • Pemesanan Tiket Pesawat
Tahap awal perjalanan kali ini, tentu saja dimulai dengan niat. Setelah ada niat, barulah Bebek giat mencari tiket penerbangan yang semurah mungkin. Awalnya agak ragu juga dengan rute perjalanan, ke Semarang lalu ke Surabaya, atau sebaliknya. Setelah bertanya kepada mereka yang pernah ke beberapa tempat yang akan Bebek datangi, barulah Bebek memutuskan sebaiknya memesan tiket pesawat Jakarta-Surabaya, lalu dari Surabaya ke Tuban naik bis, Tuban ke Semarang juga naik bis, barulah pulangnya memesan tiket pesawat Semarang-Jakarta.


Maka pada tgl 15 September 2012, Bebek memesan tiket CGK-SUB dengan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 266 untuk tanggal 17 Desember 2012, seharga 390,000 IDR. Waktu penerbangan awal adalah lepas landas 11:05 dan mendarat 12:25. Tapi sehari sebelum penerbangan, pihak SA memundurkan waktu penerbangan mereka 2 kali, satu kali pemberitahuan dilakukan via telepon, dari 11:05 dimundurkan menjadi 11:15, lalu pada dini hari tgl 17, pihak SA mengirim pesan via sms, memundurkan waktu penerbangan menjadi 12:15. Setelah memesan tiket pergi, tanggal 18 September, Bebek memesan tiket pulang SRG-CGK juga dengan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 223 untuk tanggal 20 Desember 2012, pukul 18:25 -19:25, seharga 310,000 IDR. Seperti keberangkatan, pesawat pulang juga terlambat. (Kalau Bebek tidak salah ingat) Kami baru mulai boarding pada pukul 19:05.  
  • Tentang Hotel
Untuk pemesanan hotel, hotel pertama yang Bebek booking adalah Hotel Mustika. Memutuskan hotel mana yang akan Bebek pilih di kota Tuban sama sekali tidak menyulitkan, karena di kota Tuban, Bebek hanya berencana mengunjungi 1 tempat, yaitu Kelenteng Kwan Sing Bio, karena itu Bebek mencari hotel terdekat dengan kelenteng yang ingin Bebek kunjungi itu. Nah, jarak antara Hotel Mustika dengan Kelenteng Kwan Sing Bio (menurut google map) kurang-lebih 1 km. Bagi mereka yang tidak suka berjalan kaki, dari sekitar hotel ada banyak becak (menurut staf hotel, ongkosnya Rp 10,000). Tapi karena Bebek sangaaaat suka berjalan kaki, Bebek berjalan kaki pulang-pergi, sambil menikmati semilir angin di sepanjang Pantai Laut Utara. Oh ya, kamar yang Bebek tempati di Hotel Mustika adalah superior club double yang sebenarnya bisa untuk 2 orang. Ini kamar termahal yang bebek pesan (harga kamar 390,000 IDR + pajak 25% 81,900 IDR). Pemesanan Bebek lakukan melalui website booking.com. Sekedar pemberitahuan, kalau kita memesan kamar melalui booking.com, kita akan membayar biaya pada saat kita check-out, dan untuk pembatalan, biasanya kalau kita memberitahukan pembatalan sehari sebelum tanggal menginap, kita sama sekali tidak dikenakan biaya apapun (kebijakan biaya dan waktu pembatalan berbeda untuk setiap hotel, jadi sebaiknya dicek sebelum booking). Salah satu yang kurang menyenangkan dari Hotel Mustika, adalah hotel ini sangaaat sepi, karena pada saat Bebek menginap sepertinya bukan peak season, walaupun saat itu sudah masuk liburan sekolah, tapi yang menginap di hotel ini cenderung sedikit dibandingkan dengan banyaknya jumlah kamar mereka (menurut website hotel, mereka memiliki 120 kamar). Selain Bebek, ada rombongan dari satu perusahaan yang sedang menginap di sana. Tapi tetap saja, pada saat malam, karena Bebek menginap sendiri, rasanya sepiiiii..... dan kamar Hotel Mustika mengesankan kamar tua. Huhuhuhuhu...  
Mustika Hotel dan Restaurant Jl. Teuku Umar 3, Tuban, Jawa Timur. Telp (62-0356) 322 444 - 322 555; email: hotel-mustika@telkom.net
Superior Club Double kamar no 3935 - Hotel Mustika

Pemandangan dari depan kamar

Nah untuk hotel di Surabaya, Bebek akhirnya memilih The Square, karena lokasinya yang cukup dekat dengan Bandara Djuanda dan Terminal Purabaya. Sebenarnya tidak bisa dibilang dekat dengan Bandara Djuanda juga sih, karena kalau kita menggunakan taksi dari bandara ke The Square, karena jalan satu arah, kita jadi harus memutar cukup jauh. Tapi letaknya memang cukup dekat dengan Terminal Purabaya (kalau menggunakan taksi sekitar 20-30 ribu). Oh ya, The Square ini ternyata letaknya persis di depan Universitas Petra, kebetulan waktu masih kuliah, Bebek pernah mengikuti Lomba Cepat-Tepat Bahasa Mandarin di sana. Di The Square, Bebek memesan kamar deluxe single seharga 305,000 IDR (termasuk sarapan). Pemesanan The Square dilakukan melalui website Agoda, tarif hotel termasuk diskon 38%, berbeda dengan booking.com, melalui Agoda, pembayaran dilakukan di muka, kalau membatalkan dikenakan biaya 15% harga kamar (kebijakan ini berbeda untuk setiap hotel). Oh ya, awalnya Bebek agak kaget sih,  agak kurang menyenangkan juga, karena di hotel ini, pada saat check-in kita diminta uang jaminan sebesar Rp 200,000 yang dikembalikan pada saat kita check-out. Uang ini untuk menjamin pengunjung tidak merokok di dalam kamar (karena Bebek memesan kamar non-smoking), kalau kita menghilangkan kunci, dll. Tapi hotelnya sangat menyenangkan, bersih dan terang. Bebek selalu suka kamar yang mendapatkan sinar matahari langsung, jadi, The Square ini mungkin salah satu hotel favorit Bebek. Nasi goreng spesial yang Bebek pilih sebagai menu sarapan juga sangat enak. Nasi goreng khas Surabaya yang warnanya kemerahan, hehehe, kalau di Tangerang, nasi goreng kan biasanya warna coklat atau putih. Di lantai bawah hotel juga ada restoran, cafe, minimarket. Kalau anda (seperti Bebek) tipe yang malas keluyuran untuk mencari makan malam, hotel ini sangat cocok, karena untuk makan kita hanya perlu turun dengan lift. Hohoho...
The Square Jl. Siwalankerto No. 146 - 148, Rungkut, Surabaya. 

Deluxe Single - The Square
Deluxe Room - Hotel Pandanaran


Di Semarang, Bebek memilih Hotel Pandanaran (dipesan 3 hari sebelum keberangkatan), pemilihan hotel di Semarang sedikit lebih membingungkan, karena ada beberapa tempat yang ingin Bebek kunjungi di Semarang, Bebek jadi sulit memutuskan sebaiknya menginap di dekat mana. Hehehehe, akhirnya Bebek memutuskan hotel yang dekat dengan Bandara Ahmad Yani. Untuk pemesanan hotel ini Bebek juga menggunakan Agoda, kamar tipe Deluxe (tanpa sarapan) termasuk diskon 50% seharga 310,000 IDR. Bebek juga suka dengan kamar ini, bersih dan terang. Dilihat dari lokasi hotel, ternyata keputusan Bebek untuk menginap di sini sudah tepat, Hotel Pandanaran terletak di Jl Pandanaran, di antara Tugu Muda dan Simpang Lima. Dari depan hotel, ada angkot yang menuju tempat-tempat yang ingin Bebek kunjungi, walaupun harus ganti angkot 2-3 kali. 
Untuk perencanaan perjalanan kali ini, Bebek banyak bertanya kepada teman-teman Bebek, misalnya tentang rute bis dan angkutan umum, juga mengenai berapa lama kira-kira perjalanan. Bebek mengucapkan terima kasih yang sangat tulus kepada Mr A, Ms ML dan Ms H karena atas nasehat dan petunjuk dari merekalah Bebek bisa sampai ke tempat yang ingin Bebek kunjungi tanpa tersesat. ^^


Tahap 2 : pelaksanaan

Senin, 17 Desember 2012. Seperti yang telah Bebek ceritakan mengenai penundaan jadwal penerbangan, Bebek berangkat dari terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta kira-kira pada pukul 12:15, sangat disayangkan pada saat kami akan mendarat di Bandara Djuanda, di kota Surabaya sedang turun hujan disertai angin, sehingga pilot pesawat tidak jadi mendarat dan meneruskan penerbangan ke Denpasar. Di Bandara Ngurah Rai, pesawat menunggu kira-kira 45 menit sambil mengisi kembali bahan bakar. Setelah itu, barulah kami berangkat kembali ke Surabaya. Sampai di Surabaya kira-kira sudah hampir jam 5 sore (Bebek lupa tepatnya). Rencana Bebek di Sby menjadi kacau, karena sudah terlalu sore dan pada saat itu juga masih hujan, akhirnya Bebek memutuskan langsung saja ke The Square dengan taksi. Patung Buddha 4 wajah di daerah Kenjeran dan Kelenteng Hong Thek Hian batal Bebek kunjungi. Walaupun ini kunjungan ke dua Bebek ke Sby, tapi pada kunjungan pertama, Bebek sama sekali tidak ingat, karena waktu dulu (tahun 2005) hanya pergi ke Universitas Petra dan ke mana-mana kami menggunakan taksi. Jadi bisa dikatakan ini pertama kalinya Bebek berpetualang di Sby dan karena pergi sendirian, Bebek menghindari perjalanan di malam hari. Ehmm, sedikit tambahan cerita mengenai taksi, mungkin ini hanya prasangka Bebek sih, tapi argo taksi dari Djuanda ke The Square rasanya cepaaaaaat, huhuhuhuu.... sudah begitu, (mungkin sengaja, mungkin memang tidak tahu), si sopir taksi masih jalan terus waktu kami melewati The Square, untungnya Bebek pernah ke Petra, jadi waktu lihat gedung Petra, ingatan Bebek kembali, dan langsung lihat The Square. Dan selamatlah Bebek... ongkos taksi Djuanda - The Square kurang lebih 80,000 rupiah. Hikzz... Sampai The Square Bebek check-in, lalu cari makan malam di bawah hotel, Bebek makan mie Hokkian di House of Wok sambil chatting. Lalu kembali ke kamar, mandi, nonton TV, tidur. 

Selasa, 18 Desember 2012. Rencana awal sih, Bebek bangun jam 6 pagi, sarapan, lalu langsung berangkat ke Terminal Purabaya. Hehehehe, ternyata sarapan baru diantar jam 7:15, jadi setelah sarapan nasi goreng yang enak, Bebek berangkat ke Terminal Purabaya jam 8:00 dengan taksi karena lebih mudah. Catatan penting mengenai Terminal Purabaya, terminal yang terletak di Kecamatan Waru, Sidoarjo ini sangat teratur dan cukup bersih (dibandingkan dengan terminal lain di Tng dan Jkt yang pernah Bebek datangi). Menurut blog Terminal Purabaya merupakan terminal terbersih di Sby dan kemungkinan juga terminal terbesar dan tersibuk di Asia Tenggara. Papan petunjuk arah untuk penumpang dalam kota maupun luar kota sangat jelas, waktu keberangkatan bis dari terminal ini juga sangat tepat waktu dan di dalam terminal ada banyak petugas berseragam yang sangat membantu (membuat penumpang tidak takut bertanya ke orang yang salah). Bebek naik bis PO Sinar Mandiri Mulia trayek Sby - Tuban - Semarang yang berangkat pukul 8:30, harga tiket Sby - Tuban Rp 30,000. Bisnya cukup nyaman. Perjalanan Sby - Tuban, normalnya mungkin sekitar 2 jam, tapi karena hari itu sangat macet, Bebek baru sampai Tuban jam 11:30an. Bis Sby - Tuban - Srg ini seharusnya melewati depan Hotel Mustika, tapi lagi-lagi karena macet, sopir bis memutuskan lewat jalan lain, sehingga Bebek harus turun di tugu Tuban dan jalan kaki dari sana ke hotel, dari tugu ke Hotel Mustika tidak terlalu jauh, hanya berjalan lurus kurang dari 1 km (sepertinya). Trotoar di kota Tuban sangat lebar dan sepi, tidak ada pedagang kaki lima di sepanjang jalan. Hahahah... 
Sesampainya di kota Tuban, Bebek langsung check-in di Hotel Mustika, istirahat sebentar, cuci muka dll. Setelah itu, langsung menuju Kelenteng Kwan Sing Bio. Dari Hotel Mustika ke Kwan Sing Bio, jalan lurus ke arah utara di sepanjang Jl Teuku Umar (arah sebaliknya dari Tugu Tuban, kalau dari depan hotel berjalan ke arah kanan), sampai pertigaan belok kanan, ikuti Jl RE Martadinata. Kelenteng Kwan Sing Bio berada di sebelah kanan, tepat berhadapan dengan Pantai Laut Utara. Ulasan mengenai Kelenteng terbesar di Asia Tenggara ini sudah banyak ditulis di media massa ataupun blog, jadi (mungkin) Bebek tidak akan menuliskannya secara detail. 

Tugu Tuban

Kwan Sing Bio (関聖廟)

Di Kelenteng Kwan Sing Bio (関聖廟)ini untuk bersembahyang kita perlu membeli paket lengkap hio, lilin dan kertas seharga 17,000 rupiah. Karena dari kelenteng hanya menyediakan hio saja. Ini sedikit berbeda dengan kelenteng di Tangerang dan Jakarta pada umumnya, karena biasanya di daerah saya, perlengkapan sembahyang disediakan oleh pengurus kelenteng secara cuma-cuma dan kita hanya perlu berdana sukarela. Setelah   pasang hio kepada para Kongco, Bebek melakukan ciamsi, lalu melihat-lihat pemandangan taman di dalam kelenteng, sambil duduk bengong menikmati semilir angin. Dari kelenteng, Bebek makan siang di Cafe & Steak House Mustika yang terletak tidak jauh dari kelenteng, steak ayam di sini cukup enak. Selesai menikmati makan siang Bebek yang sangat terlambat itu (makan siang sekitar jam 3), Bebek berjalan kembali ke Hotel Mustika lagi-lagi sambil menikmati semilir angin Pantai Laut Utara. Bagian yang kurang menyenangkan adalah, di Kwan Sing Bio, Bebek tidak punya foto diri sendiri (yang cukup layak) dengan latar kelenteng sama sekali. Karena waktu Bebek datang, kelenteng agak sepi, jadi tidak ada pengunjung yang bisa Bebek mintai tolong untuk memotret. Hiiiik... >.<  

Pantai Laut Utara

Rabu, 19 Desember 2012. Setelah kurang menikmati sarapan yang disediakan hotel (bukan menunya yang tidak enak, memang Bebek yang kurang nafsu makan), Bebek berangkat menuju Semarang. Karena Bebek khawatir bis menuju Semarang akan lewat depan hotel atau tidak, Bebek memutuskan berjalan dulu ke tugu Tuban dan menunggu bis di sana. Hehehe, ternyata kekhawatiran Bebek berlebihan, bis patas PO Jaya Utama yang Bebek naiki lewat di depan hotel. Untuk menempuh perjalanan sekitar 200 km dari Tuban ke Semarang, Bebek membayar ongkos 55,000 rupiah. Bisnya cukup nyaman dan ada toilet di dalam bis. Ini pengalaman pertama Bebek memakai toilet di dalam bis. Bukan pengalaman yang menyenangkan pula. Hehehehe, susah sekali ternyata buang air di dalam toilet kecil bis yang melaju dengan kencang. Perjalanan dari Tuban ke Semarang ini memerlukan waktu sekitar 6-7 jam. Bebek sampai di Terminal Terboyo sekitar pukul 2 siang, disambut oleh hujan. Dari Terminal Terboyo, Bebek naik bis kecil (semacam kopaja atau metromini di Jakarta) yang menuju ke arah Tugu Muda. Dari Tugu Muda, Bebek jalan kaki ke Hotel Pandanaran. Oh ya, hari itu pun makan siang Bebek terlambat. Hehehehe, ternyata Bebek kurang merencanakan mengenai waktu makan. Akhirnya Bebek hanya membeli paket Spicy chicken di McD tidak jauh dari hotel. Setelah check-in dan menghabiskan makan siang yang terburu-buru, Bebek menuju Kelenteng Sam Poo Kong.
Dari Hotel Pandanaran ke kelenteng Sam Poo Kong, pertama menyeberang jalan, lalu naik angkutan umum rute Johor - Karang Ayu (angkotnya warna kuning strip putih, kalau tidak salah ingat nomor angkotnya 06), turun di Pasar Karang Ayu, lalu lanjut dengan angkot yang menuju Gedung batu, turun tepat di depan kelenteng Sam Poo Kong.
Seperti di Kwan Sing Bio, untuk bersembahyang di Kelenteng Sam Poo Kong, kita perlu membeli paket hio, lilin, kertas dan teh (tehnya akan kita bawa pulang setelah sembahyang) seharga 28,000 rupiah. Di dalam kelenteng, terdapat 3 (semacam) paviliun yang berdampingan dan satu tempat terpisah yang menyimpan jangkar (replika dari jangkar yang digunakan oleh Kongco Zheng He). Oh ya, di Kelenteng Sam Poo Kong kita juga bisa berfoto dengan kostum (mengingatkan Bebek dengan foto kostum putri kaisar seharga 100 Yuan di Guangzhou dulu, hehehehe...). Tapi karena tidak terlalu tertarik, Bebek tidak bertanya berapa harga satu foto kostum di sana. Karena sibuk berfoto, ehmm lebih tepatnya sibuk meminta tolong pengunjung lain untuk memoto Bebek (dan hampir seluruh hasil fotonya blur) dan sibuk mencari tempat untuk meletakkan kamera agar Bebek bisa berfoto dengan timer. T.T hikz... sedih sekali, di kelenteng ini Bebek juga hanya dapat sedikit foto diri sendiri. 

Kelenteng Sam Poo Kong



Tapi karena sibuk berburu foto pulalah, Bebek kemalaman. Seperti yang sudah Bebek singgung di atas, mengingat Bebek berpetualang sendiri, Bebek menghindari perjalanan malam hari, jadi batas waktu bermain hanya sampai matahari terbenam. Hanya dari kelenteng inilah Bebek melanggar rencana "selalu sudah di hotel saat matahari terbenam". Bebek baru mulai kembali ke hotel dari kelenteng Sam Poo Kong kira-kira jam 6:30, dan karena angkot kembali ke hotel tidak ada, daripada membuang waktu menunggu angkot, Bebek berjalan kaki kembali ke arah hotel, daaaaan ternyataaa... entah karena sudah malam atau memang angkot di sana agak sedikit, setelah Bebek berjalan kembali kira-kira 1/3 perjalanan, barulah ada angkot yang menuju Pasar Karang Ayu. Bebek jalan kaki! sendiri! malam-malam! Seru! 
Setelah bertemu angkot (akhirnya!), Bebek kembali ke Pasar Karang Ayu. Nah, waktu perginya Bebek tidak harus menyeberang jalan, tapi untuk perjalanan pulang, Bebek harus menyeberang di jembatan penyeberangan dulu, baru bisa naik angkot yang ke arah hotel. Dan inilah pengalaman pertama Bebek takut berjalan di jembatan penyeberangan, kenapa? Karena jembatan penyeberangannya bukan terbuat dari besi ataupun dari beton, tapi dari kayu. Iyaaaa, hanya tiang dan rangkanya saja yang terbuat dari besi, tempat berjalannya terbuat dari kayu, berlubang-lubang pula dan terasa sangat ringkih. >.< Kyaaaaa.... horooor. Setelah pengalaman itu, Bebek tetap selamat sampai hotel Pandanaran. 

Kamis, 20 Desember 2012. Hari terakhir! Awalnya ingin berangkat jam 7 pagi ke Pagoda Avalokitsvara Buddhagaya Watugong. Tapi, setelah petualangan kemarin malam yang sangat menyenangkan dan kasur Hotel Pandanaran yang sangat nyaman, membuka mata, mandi dan berkemas rasanya tidak semudah membalik telapak tangan. Huehehehehe... Akhirnya Bebek baru bangun sekitar jam 7, setelah bersiap-siap, Bebek check-out dari Pandanaran kira-kira jam 8 lewat. Walaupun check-out, karena masih akan mengunjungi Pagoda Avalokitsvara dan Lawang Sewu, Bebek menitipkan barang bawaan ke resepsionis hotel. Sebelum berangkat, karena di hotel ini Bebek memesan kamar tanpa sarapan, Bebek harus mencari tempat makan terlebih dahulu. Dari Hotel Pandanaran, Bebek berjalan kaki ke Simpang Lima (sebenarnya kita bisa angkot jurusan Karang Ayu - Johor dan turun di Simpang Lima). 
Singkat cerita, dari Simpang Lima,  Bebek naik angkot jurusan Karang Ayu - Johor (warna kuning strip putih), turun di Cipto dan sambung dengan angkot jurusan Watugong (warna orange strip biru tua di bawahnya), di Watugong sambung angkot lain sampai depan Pagoda Avalokitsvara. 


Pagoda Avalokitsvara

Pembelian perlengkapan sembahyang di Vihara Buddhagaya ini cukup unik. Pengurus vihara menyediakan beberapa jenis hio, lilin dan lain-lain dengan harga yang berbeda, dan pengunjung bisa memilih sendiri perlengkapan yang kita butuhkan, kemudian memasukkan uang dana ke dalam kotak yang disediakan. Apabila kita ingin membeli minuman juga dengan cara yang sama, ambil minuman sendiri di kulkas yang tersedia, di depan pintu kulkas tertera harga untuk jenis minuman yang disediakan, kemudian kita memasukkan uang ke dalam kotak lainnya khusus untuk barang-barang yang kita beli.

Setelah puas melihat-lihat lingkungan vihara, Bebek menuju Lawangsewu. Harga tiket masuk ke Lawangsewu adalah Rp 10,000 dan mereka menyediakan jasa tourguide dengan tarif Rp 30,000. Karena ini pertama kalinya Bebek mengunjungi Lawangsewu, Bebek setuju menggunakan jasa tour guide yang mereka sediakan. Si tour guide (Bebek lupa namanya) pernah tinggal di Lawangsewu semasa kecil, karena menurutnya Kakeknya adalah salah satu juru kunci di bangunan ini. Dan karena jasa si tour guide inilah Bebek berhasil mendapatkan banyak foto yang bagus dan tentu saja banyak cerita mengenai bangunan bersejarah tersebut. Huehehehe... 

Lawang Sewu

Setelah selesai melihat-lihat, berfoto dan bercerita dengan si tour guide, Bebek kembali ke Hotel Pandanaran untuk mengambil barang titipan dan bersantai sejenak di lobby hotel, karena saat itu lagi-lagi turun hujan. 
Sangat disayangkan pula, Bebek tidak sempat mengunjungi kelenteng tertua di Semarang, yaitu Kelenteng Tay Kak Sie, karena keterbatasan waktu dan juga letak kelenteng ini agak sulit dijangkau dengan angkot, kalau mau ke kelenteng yang berada di gang Lombok ini, paling mudah dengan menggunakan taksi. Akhirnya Bebek tidak jadi pergi (mungkin lain kali). Setelah bersantai sejenak di lobby hotel menunggu hujan berhenti, ternyata hujannya cukup awet, sehingga akhirnya Bebek memutuskan langsung saja ke Bandara Ahmad Yani dengan menggunakan taksi. Tarif taksi dari Hotel Pandanaran - Bandara Ahmad Yani kurang lebih 20-30ribu rupiah. 
Bandara Ahmad Yani bisa dikatakan agak kecil dan yang kurang menyenangkan adalah di toilet dalam bandara ini, banyak kran yang airnya tidak mengalir. Walaupun perjalanan dari hotel ke Bandara Ahmad Yani agak macet, tapi tetap saja Bebek menunggu cukup lama di sini karena keterlambatan penerbangan SA. 

Setelah penerbangan selama 50 menit dari SRG ke CGK, Bebek kembali ke kampung halaman. Sampai di Bandara Soetta kira-kira pukul 8:30. Dan Bebek masih harus mengantri untuk mendapatkan taksi. Kira-kira pukul 10:00 barulah Bebek sampai ke rumah dengan semangat berlebihan. 

Catatan dalam liburan kali ini, dalam perencanaan liburan yang akan datang, Bebek perlu lebih merencanakan mengenai waktu makan. Huhuhu, selama 4 hari Bebek selalu makan siang terlambat. 

Liburan Natal 2012 dan tahun baru 2013 adalah salah satu liburan terbaik dalam hidup Bebek. Selanjutnya, tanpa direncanakan Bebek melewatkan tahun baru di Pulau Pari. Cerita  malam tahun baru akan menyusul.... 

Wednesday, August 22, 2012

Apakah kau percaya cinta?

Setelah sekian lama tidak mengotori blog ini dengan keluhan dan pemikiran tidak jelas, akhirnya.... saya kembali.

Topik malam ini, atau tepatnya dini hari ini, (karena masih dalam masa libur Idul Fitri, boleh dong saya begadang memanfaatkannya dengan menjadi wanita malam), topik kali ini adalah masalah cinta (lagi???) Xixixixixi....

Kurang lebih satu jam yang lalu, saya baru saja berkata dengan keyakinan yang dibuat-buat, tapi tetap dengan tatapan mata yang lurus ke lawan bicara saya yang tidak percaya dengan cinta, "saya percaya". Arrrghhh, untuk pertama kalinya, benar-benar pertama kalinya saya sanggup berkata dengan tegas, "saya percaya bahwa cinta itu ada". Sebelumnya selalu ragu-ragu antara mau percaya atau tidak.

Oh ya, kata "cinta" yang saya maksud di sini mengacu kepada definisi "cinta antara laki-laki dan perempuan, cinta yang egois, cinta yang mengharapkan kembali". Jadi, untuk penekanan, saya selalu percaya dengan keberadaan cinta yang universal,cinta yang jauh dari kata egois, cinta kepada semua makhluk, semacam cinta Ibu kepada anaknya. Tapi sebaliknya, saya selalu ragu dengan keberadaan cinta antara lawan jenis, cinta dalam pernikahan, cinta yang pamrih. Walaupun, jauh di dalam hati kecil saya, ada keinginan untuk percaya.

Kembali ke pernyataan awal saya di dini hari yang indah ini. Awal saya mengucapkannya,memang hanya karena saya tidak mau kalah dalam perbicaraan. Hahahaha, sudah sifat yang sulit sekali diubah, saya cenderung tidak mau kalau kalau dalam berbicara (untuk topik tertentu). Saya kesal dengan cara lawan bicara saya mengungkapkan ketidakpercayaannya kepada cinta, dengan gaya mencemooh mereka yang percaya kepada cinta dan dengan maksud untuk meremehkan pernikahan. Karena kesal dengan pernyataannya, saya hanya ingin memberikan perlawanan untuk menutup mulutnya. Setelah saya menyatakan kepercayaan saya, dengan demikian saya menyatakan "kita tidak satu kubu dalam masalah ini", dia membalas dengan: "terus, sudah dapat?". Jleb! Wkakakakaka, rasanya perempuan yang bahkan tidak sanggup mempertahankan laki-laki yang disukainya tidak pantas mengucapkan percaya dengan kata cinta ya.

Tapi, justru setelah mengucapkannya, saya baru merasa saya mengucapkan kejujuran. Kalau biasanya saya selalu bilang tidak percaya dengan cinta, rasanya pada saat itu, saya hanya sedang mengungkapkan ketakutan diri sendiri. Bagaimana kalau saya percaya dan saya tidak pernah menemukan cinta saya? Bagaimana kalau saya mencintai dan tidak dibalas dengan dicintai pula? Ketakutan dan kekhawatiran semacam itu membuat saya enggan untuk mengungkapkan keinginan saya untuk percaya. Bagaimanapun saya hanya manusia biasa, saya sering kali bersikap munafik.

Untuk mendukung pernyataan "percaya cinta" tadi saya berusaha menyusun dalam otak kecil saya, "cinta yang bagaimana yang saya percaya?" Saya mulai dengan kalimat umum "di dunia ini tidak ada yang kekal", ya memang, manusia berubah, perasaan juga berubah, dalam situasi ketidakkekalan ini, bagaimana mungkin ada yang namanya cinta? Kalau hari ini tergila-gila, besok bisa saja merasa bosan, kemudian perasaan hangat dan berdebar-debar itu hilang, bukankah dengan demikian cinta itu memang tidak ada? Sebagai manusia kadang kita tidak selalu cocok dengan karakter orang-orang di sekeliling kita, bagaimana mungkin menerima satu orang dengan segala kelemahan dan kelebihannya untuk seumur hidup? Pasti ada saatnya kita bosan dan muak dengan orang tersebutkan? Apalagi kalau tinggal satu rumah. Pertengkaran pasti tidak terelakkan.

Tapi, hanya karena saya tidak pernah merasakannya, bukan berarti "sesuatu itu tidak ada", saya berpikir dengan sederhana, "hanya karena saya tidak pernah merasakan menjadi seorang milyarder, bukan berarti saya bisa mengatakan di dunia ini tidak ada milyarder". Karena kenyataanya, dunia begitu luas, kehidupan manusia beraneka ragam, nasib setiap manusia berbeda sesuai dengan perbuatannya. Kalau begitu, siapakah saya, yang berhak mengatakan, di dunia ini tidak ada cinta? Pemikiran ini, walau terkesan dipaksakan, tapi cukup membuat diri saya sendiri puas. Pasti ada. Saya percaya di dunia ini ada laki-laki dan perempuan yang saling mencintai dengan seimbang.

Memang yang lebih terlihat adalah pasangan-pasangan yang saling mengeluh, pasangan-pasangan yang berselingkuh atau diselingkuhi, pasangan-pasangan yang bercerai, pasangan yang 'cape ati' dengan pasangannya. Saya rasa, salah satu sebabnya juga karena, biasanya kita lebih mengingat penderitaan orang lain, misalnya ada orang curhat tentang pasangannya yang selingkuh, manusia cenderung mengingat kemalangan orang tersebut, kemudian menceritakannya kembali berulang-ulang, sehingga semua orang tahu, tapi pada saat seseorang curhat tentang betapa bahagianya dia bisa menikah dengan seseorang, cerita terhenti di tangan pertama atau tangan ke dua, tidak diceritakan berulang-ulang sampai seluruh kampung tahu. Cerita kebahagiaan tidak cukup menarik untuk dijadikan bahan obrolan, kalau pun diceritakan, paling hanya diulang 1-2 kali.

Lalu, kalaupun ada kisah cinta yang diceritakan berulang-ulang, itu pun harus kisah cinta yang "wah", yang saking "wah"-nya terkesan sangat tidak realistis. Tidak semua orang bisa menjadi cinderela, atau menjadi Romeo-Juliet atau menjadi Edward-Bella. Tidak semua orang bisa jatuh cinta, selalu saling memahami, tanpa tergoda untuk tidak setia, dan hidup bahagia selamanya. Cinta yang realistis yang saya percaya bukanlah cinta antara si miskin dengan si kaya, bukan cinta laki-laki kepada perempuan yang diselamatkannya dalam cerita superhero, kemudian berbahagia selamanya, bukan pula cinta yang harus menghadapi maut sebagai cobaan, maaf deh, saya lebih suka hidup yang damai dan tenang, bukan perang antar keluarga atau perang vampir. :D

Saya juga tidak percaya cinta pada pandangan pertama, saya bahkan tidak percaya jika ada pasangan yang berpacaran 1-2 tahun, kemudian mereka mengklaim saling mencintai. Tapi saya percaya cinta bisa tumbuh dan menjadi semakin mantap seiring dengan berjalannya waktu. Cinta pada pandangan pertama hanya nafsu, tidak lebih. Tapi kalau saya melihat ada suami istri yang masih bersama sampai kakek-nenek dan tidak saling membenci, maka saya percaya mereka saling mencintai. Kalau suami-istri bertahan satu sama lain, bertahan dengan keegoisan masing-masing pihak, tetap mempertahankan kebersamaan setelah pertengkaran karena sama-sama merasa benar sendiri, tapi tetap berusaha memaafkan pasangannya dan beberapa kali harus menelan ego-nya agar tetap bertahan bersama, karena berpisah dengan pasangannya jauh lebih berat daripada merendahkan diri, nah inilah cinta yang saya percaya. Bukan cinta di negeri dongeng.

Sampai saat ini, saya belum pernah mencintai seorang laki-laki, juga belum pernah dicintai. Rasanya masih terlalu dini bagi saya untuk berkata cinta. Tapi semoga, saya akan menemukan seseorang yang akan bertahan melewati 50 tahun selanjutnya bersama saya. Saling menyemangati, saling bertengkar, saling menelan harga diri,saling menyakiti dan berusaha saling memaafkan, dan saling berusaha menahan godaan. Walau ada banyak laki-laki dan perempuan lain yang jauh lebih baik daripada saya dan dirinya, tapi berusaha saling setia. Kalau saya menemukan laki-laki semacam ini, setelah 50 tahun kebersamaan kami, barulah saya bisa mengatakan "kami saling mencintai".

Beruntunglah mereka yang pernah merasa dicintai dan mencintai. <3

Wednesday, March 14, 2012

Apakah Bebek sudah menjadi guru yang baik?

Kadang (hampir tiap hari) bebek merasa dirinya sangat tidak cocok berprofesi sebagai guru. Bebeknya tahu dia punya beberapa kelebihan dan juga kekurangan seperti setiap manusia lainnya. Mungkin karena bebek terlalu fokus pada kekurangan diri sendiri sebagai seorang guru, yang membuat bebek sering merasa tertekan dengan status ini. Bebek berpendapat, seorang guru adalah orang yang lebih bisa bersabar dalam menghadapi pertanyaan anak-anaknya, mau mengulangi materi yang sama agar anak-anak  bisa mengerti, mau repot mengurus anak-anak yang kurang motivasi dalam belajar, mau berusaha mengerti karakter, kekurangan dan kelebihan setiap anak. Huhuhuhuhu... dari kriteria ideal seorang guru yang bebek tetapkan sendiri ini, kekurangan terbesar bebek adalah 'bersabar', Bebek super sangat sulit untuk bersabar.... bebek tidak suka mengulang materi yang sama berkali-kali dan menghadapi pertanyaan aneh-bin-ajaib yang menyimpang dari topik. T_T dan celakanya, kalau bebek kehilangan kesabaran setelah menjelaskan materi yang sama lebih dari 2 kali, dia akan merasa bersalah karena tidak bersabar. Dan moodnya akan seperti saat ini. Level emosi, kegalauan dan perasaan bersalah meningkat secara eksponensial. T_T 
Aaaaaaaaaaaa, berikanlah Bebeknya kesabaran ekstra.....
Apalagi, bebek merasa dirinya bukanlah tipe manusia yang bisa berkomunikasi dengan baik, dia kurang bisa mendengarkan orang lain dan kurang bisa menyampaikan pikirannya dalam bentuk kata-kata. Dan juga Bebek bukanlah manusia yang suka memperhatikan dan mengurusi manusia lain. Kegalauan membuat Bebek menjadi semakin tidak percaya diri. T_T kenapa manusia seperti bebek bisa menjadi seorang guru sampai selama ini???
Bebek ingin menjadi guru yang lebih baik lagiiiii..... lebih baik lagiiii...(*gema teriakan hati Bebek) 

Thursday, January 5, 2012

If you love something...

"If you love something, let it go. If it comes back to you, its yours forever. If it doesn't, then it was never meant to be."  (Unknown)
Tiba-tiba teringat lagi dengan quote yang satu ini, Bebek berusaha bertanya kepada google-chan siapa yang pertama mengucapkan kalimat ini, eh, malahan mendapat banyak quote lain tentang "love". =_=. Wih. Ya sudahlah, entah dari mana atau dari siapa pun quote ini berasal, pertama kali bebek mendengarnya adalah di bioskop XXI (lupa waktu nonton film apa), pada saat ada iklan film Indonesia (yang lupa juga judulnya apa), quote-nya diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia. Kemudian, sekitar 4 bulan yang lalu, saat berjalan-jalan di Carrefour, Bebek kembali melihat kalimat ini (dalam bahasa Inggris) di sampul DVD film Indonesia yang pernah bebek lihat iklannya. 4 bulan lalu adalah masa Bebek sedang dalam proses melepaskan seseorang, setelah beberapa bulan (eh, mungkin hampir setahun) Bebek bimbang dengan hubungan kami (atau lebih tepatnya bimbang dengan bagaimana perasaan dia yang sebenarnya). Saat melihat quote ini untuk yang kedua kalinya, Bebek "sedikit" menertawakan, karena merasa kalimat itu sangat konyol. 

Eeeeh, tapi ternyata, beberapa hari atau beberapa minggu kemudian, saat Bebek merasa, sudah mengalami kemajuan dalam proses melepaskan ini (dan sudah tidak berharap dia akan menjadi milik Bebek), seseorang itu tanpa ada angin, hujan dan pertanda apa pun, benar-benar kembali. Dia sendiri yang mengatakan "sudah mengambil keputusan" untuk berjalan bersama Bebek. Dalam sekejap, perasaan Bebek pun berubah, dari melepaskan menjadi merasa memiliki, waktu itu agak teringat dengan quote yang ini. Dan terpikir, "oh ternyata benar juga". 

Bahagia. Kau tahu bagaimana  rasanya, saat sesuatu yang kau impikan menjadi kenyataan? Perasaan senang yang tak terlukiskan, sampai-sampai kau bisa mengabaikan peringatan orang-orang di sekitarmu, menolak untuk melihat bagian negatifnya. Dan terpikir, kebahagiaan ini akan selamanya, setelah ini, tidak ada lagi hal apapun yang bisa menjatuhkanmu. Manusia memang akan selalu lupa, bahwa hidup tidak selalu diisi dengan kebahagiaan, selalu ada senang, ada sedih, ada tawa dan ada air mata, positif dan negatif akan selalu berputar dan silih berganti. Selama masih hidup, tidak ada hal yang "menjadi milikmu selamanya" bahkan tubuh kita sendiripun, tidak bisa menjadi milik kita selamanya, pada saat kematian, kita harus berpisah dengan tubuh kita sendiri. Jadi begitulah, sesuatu yang kembali itu, akhirnya memang dimiliki, tapi bukan untuk selamanya, hanya untuk masa 2 bulan yang singkat. Perasaan bahagia dan merasa lengkap itu, pada akhirnya harus berlalu pula.

Lucu memang, betapa cepatnya perasaan berubah, bimbang-pasrah-bahagia-sedih-marah-rela... entah berapa banyak perasaan yang berubah-ubah dalam diri Bebek di 4 bulan terakhir tahun 2011. 
Ah, Bebek ingin menjadi lebih tegar lagi, menjadi lebih kuat lagi, Bebek ingin bisa melihat segala kesenangan dan kepedihan yang datang dengan senyuman. 

"If you love someone, you must be strong enough to allow them to be."
Anonymous 



Friday, May 6, 2011

Self-Reminder

Ditulis untuk mengingatkan diri sendiri, saat si Bebek sedang bergelimang air mata (mungkin) ingin bersenang-senang. Halah, bahasanya.... 


Salah satu tempat yang ingin dikunjungi tahun 2011: 

  • Pangandaran - Green canyon dll, kalau si Bebek mau hemat, pergi ke sini, (+) sudah pernah cek-cek tempat-tempat di Pangandaran, dekat, budget tidak banyak. Sudah ada penginapan yang diincar. bisa pergi sendiri. Hehehe... perkiraan budget: (semoga) di bawah 1 juta. Bus (Merdeka) berangkat setiap hari dari Term Kalideres, pagi jam 5:45, sore jam 5:30, estimasi perjalanan kira-kira 7-8 jam kalau tidak macet. (?) tanya harga tiket bis (kok bisa lupa sih =_=) Peta. Hotel-hotel yang diincar: deluxe sea viewaquarium, yang ini ada ym-nya mustika ratu .
  • Belitung, baca ini lagi. Hehehe... (+) pantai yang kelihatannya indah. (-) tiket pesawat lumayan mahal, mungkin perlu pergi berdua supaya hemat uang penginapan dan sewa-menyewa kapal. Perkiraan budget, belum terlalu banyak cek, mungkin perlu 2-3 juta untuk 2-3 hari. 
  • Singapura (cari-cari tiket murah, horeee....), sama sekali belum cek. Cuma tertarik karena sering cek tiket murah, Hahahaha....  
  • Bali: ternyata banyak juga tempat asyik yang bisa dikunjungi di Bali, selain pantai ^^ tempat yang ingin dikunjungi: Puri Agung KarangasemTaman UjungBesakih


Sunday, April 24, 2011

Friends

Waktu si Bebek bongkar-bongkar organizer zaman SMA dulu (saking ga ada kerjaan di rumah, hahaha...) tiba-tiba dia menemukan testimoni dari teman-teman se-ganknya. Jadi ceritanya, waktu kami mau lulusan SMA, bebek dan teman-teman memutuskan untuk menuliskan pendapat mengenai teman-teman kami sebagai kenang-kenangan bersama. Begitu dibaca kembali 11 tahun kemudian, hahahaha, ternyata lucu juga. Pikir-pikir daripada kertasnya akhirnya hilang begitu saja, mending Bebek post di blog. He..he... he... Oh ya, kami ber-6 ini satu kelas sejak kelas 2 di SMA, angkatan 19xx-20xx. Nama-nama bebek dan teman bebek hanya ditulis inisialnya saja. Ke 5 teman bebek adalah: N, A, L, Me, Ma. Kecuali Ma, kami sekelas lagi di 3 IPS. Tulisan mereka bebek ketik kembali tanpa di-edit, termasuk kata-kata yang mereka singkat. Nama panggilan Bebek disingkat menjadi "I". 

Pendapat dari N: 
"I itu orgnya gimana ya? eh, dia itu orgnya bisa dibilang paling dewasa di antara kita soalnya dia selalu memberikan komentar atau ceramah yg panjang sekali terutama kalo kita mo' makan M2M paling susah kalo diajak. Trus dia itu kalo ngomong suka dalem banget walaupun dia suka nggak sadar. Orgnya suka kesambet, marah2 tanpa alasan. Trus orgnya doyan banget ama komik jadinya suka mikirin yg nggak2. Suka banget nonton "CONAN" & paling suka film mandarin terutama Jimmy Lin. Kadang2 I itu orgnya asyik, suka ketawa. Trus I orgnya plg tertutup ama kita2 terutama tentang cowok. Tapi gimanapun I orgnya OK deh! Oh ya I paling pinter & selalu konsen ama pelajaran, nggak suka gosip en memandang org dgn cara yg positif. Keep movin' I!" 

Pendapat A: 
"temen dari TK sampe SMA bosen..... ngak enak diajak curhat, ngga suka ke M, cakep, pendek (makanya pake sepatu paling tinggi) Klo ngomong badannya gerak2, banyak nasehat, pake kacamata. "cintanya" cuma 10%-20%, tertutup, enak diajak berantem, rental komik, kurang PD, shy, bae bgt, suka bayarin ongkos mobil, seleranya "Haris", klo BT serem & nyebelin, terobsesi sama yang kurus2, suka ngayal, pernah jadi 'musuh', jalanya paling cepet, mulai genit, nulisnya paling lama + paling rapi, kadang2 pelit, gila Huan Zhu, suka Tommy Tsu, kaya anak kecil, ga suka gosip, paling kuper soal gosip, Tapi Ok juga!"

Pendapat L: 
"Orangnya nggak sejalan nich ama kita2. Kita ke Maria, dia nggak. Kata dia "ngapain jauh2, cape-capein aja". Ngeluh terus pengen punya cowo' dulu dijodohin sama D, A nggak jadi2. Tapi gue tahu tuch I mo' sama siapa. K'lo ngomong bukan mulutnya aja yg gerak, semua badannya juga ikut gerak. Si komik, kita manggilnya gitu. Dlm hidupnya cuma komik. K'lo sama cowo' nggak bisa ngomong. K'lo suka sama cowo' paling2 cuman 1% (amit2). Di kelas 2 suka badmood, serem banget dan nyebelin ngomongnya juga agak ketus. Tapi si I suka nganterin dan nungguin gua nunggu mobil (bae' dech). Anak paling rajin di antara kita. Sekarang di kelas 3 feminim dech, rambut pengen panjang, banyak jerawat. anehnya si I jadi + tinggi. K'lo nulis boros kertas, abis tulisannya renggang2. Agak introvert. K'tanya satu tipe sama Tata (Suwarno said). Hidup... I.... 
peace"

Pendapat Ma:
I itu temen gue yg paling "bener" di antara kite-kite, paling perhatian sama pelajaran, org lain & komik & Tommy Shu, he..he... 
I itu paling baik sama nyokapnya dan bokapnya mungkin......
I tll banyak berkhayal jadi susah hidup di dlm kenyataan (ce...i...le...) ingin punya cowok sesuai fantasinya (susah dapetnya lagi!) 
Orangnya paling hemat, tapi waktu klas 2 BTnya sering banget nggak jelas kenapa?
Orangnya susah diajak fun-fun an soalnya tll serius bok!"

Pendapat Me: 
"I itu orangnya asyik juga, dia paling rajin dan sering dikorbanin buat acara2 tertentu (presentasi) (he...3x), Orangnya pintar kok dan wajahnya juga manis. Tapi gua heran kayaknya hidupnya cuman ada komik ama Tommy Su deh. I paling males kalo pergi2, kayaknya kalo pergi dia mendingan sendiri gitu. Kelas 3 dia jadi rajin banget, duduknya udah feminim, dandannya ngga kuat gila! pokoknya di sini mukanya lebih berseri2, hayo kok bisa gitu? ada siapa nih...... 
Kalo dewasa jelas I orangnya. 
Tapi kalo lagi BT bikin gua takut. 
Mulutnya sama mulut A klop buat ngadu ribut deh! 
tapi I, We.... Love...U.... forever!!!"
-2001-

Hahahaha, setelah ketik ulang semuanya, tiba-tiba jadi kangen mereka dan kangen masa-masa SMA. -_-' 

Saturday, March 12, 2011

Petualangan Kecil

Dalam tulisan sebelumnya, Bebek pernah menyebutkan tanggal-bulan-tahun penting dalam perjalanan kehidupan Bebek dan juga sedikit "berjanji" akan menuliskan pengalaman di balik bulan-bulan tersebut. Sesuai janji kecil itu dan juga atas request dari salah satu pembaca blog Anak Bebek's House (kyaaaa.... masih ga percaya ada orang yang mau meluangkan waktu baca blog Bebek... >.< uwaaaa......), ehem, ok, maka Bebek memutuskan untuk menceritakan petualangan kecil di bulan Desember 2010. Bebek memilih menceritakan yang terakhir terlebih dahulu, mungkin karena masih segar dalam ingatan Bebek. Atau karena yang ini memang paling mudah diceritakan. Entahlah...

Bagi sebagian besar orang mungkin ini sama sekali bukan hal yang berkesan. Biasa saja. Bukan hal penting. Bagi Bebek juga sebenarnya bukan peristiwa yang mengubah kehidupan Bebek. Tapi mungkin karena Bebek tidak punya pengalaman lain (atau sudah lupa dengan pengalaman lain, hehehehe...) Iya..iya... sebenarnya waktu Bebek ingat-ingat pengalaman hidup Bebek yang benar-benar berkesan dia cuma mendapatkan 9 saja, tapi karena istilah top nine kurang populer daripada top ten, makanya Bebek memaksakan untuk memasukkan bulan Desember 2010 ke dalam list. (Hihihiii..... *ketawa licik*). Ugh.

Cerita ini bermula dari Si Bebek yang sedang stress berat. Dia jenuh dengan aktivitasnya, merasa bosan dan mencapai tingkat kemalasan level tertinggi dalam sejarah hidupnya. Dan dia resign dari istri tuanya (sebutan Bebek untuk sidejob: istri tua dan istri muda), kemudian ditambah lagi Bebek merasa kehilangan harga diri setelah merasa dikecewakan oleh laki-laki yang Bebek sukai. Bebek perlu liburaaaaan (jeritan hati si Bebek waktu itu). Bebek ingin mencari tempat sepi terpencil, tempat Bebek kecil ini bisa bengong seharian tanpa ada orang lain yang menganggap hal itu aneh. Awalnya Bebek ingin pergi ke Bali, cari-cari tiket promo yang murah, bengong di tepi pantai seharian. Tapi Bebek baru saja resign, lebih baik kalau memilih liburan yang lebih murah. Terpikir juga pergi ke pulau terpencil nun jauh di sana, tempat pertapa suci berada untuk meminta petuah-petuah hidup (halah), tapi tiket pesawatnya juga mahal. Tiba-tiba Bebek mendapat bisikan gaib (hahaha, sebenarnya Bebek lupa kenapa bisa dapat info tentang ini, makanya disebut bisikan gaib saja). Daripada liburan, lebih baik Bebek pergi mengikuti kegiatan meditasi. Yipiiii.... kegiatan bengong yang sempurna. 
"Kegiatan Brahmacari/ni di Vihara Vipassana Graha, Lembang, Bandung, diadakan tanggal 26 Desember 2010 - 2 Januari 2011" 
Vipassana Graha
Perjalanan menuju ke Vipassana Graha merupakan sebuah petualangan kecil bagi si Bebek. Dulu waktu sekolah dan kuliah dia pernah beberapa kali pergi ke Vihara ini. Kegiatan Brahmacari juga pernah Bebek ikuti waktu masih SMP. Tapi Bebek tidak terlalu menyadari kalau ternyata kegiatan ini diadakan setiap tahun dengan tanggal yang sama. Walau bukan pertama kali pergi ke Lembang, tapi ini pertama kalinya Bebek pergi sendirian (bukan dengan rombongan tour) dan tidak naik bis bersama-sama, tapi naik angkutan umum. Bebek sama sekali tidak tahu bagaimana caranya sampai ke sana. Bebek hanya tahu, kalau mau ke Bandung, bisa naik travel Cipaganti, Bebek mulai dengan langkah pertama. Pergi ke travel Cipaganti terdekat, tanya harga tiket dan waktu keberangkatan (harga tiket 70 ribu) dan olala, Bebek lupa kalau dia harus berangkat tanggal 25 Desember (= Natal = libur = lebih banyak orang yang mau pergi ke Bandung), dan dia baru booking tanggal 24 Desember, yup, jadwal travel Cipaganti penuh semua, yang ada seat hanya jam 5 pagi. Huhuhu... Bebek tidak tahu lagi bagaimana caranya sampai ke Bandung selain dengan travel Cipaganti ini. Daftar ulang kegiatan Brahmacari jam 3 sore, jadi Bebek sebenarnya bisa berangkat lebih siang. Tapi karena tidak tahu jalan lain, ya, terpaksa Bebek booking travel jam 5. Keesokan harinya, Bebek dengan semangat 45 bangun pagi-pagi, siap dengan buku catatan (dengan niat mau tanya-tanya orang travel bagaimana cara ke Lembang dari Bandung). Minum susu sambil jalan dan ternyata, ugh, angkutan umum dari tempat tinggal Bebek menuju travel Cipaganti tidak ada sangat jarang kalau pagi-pagi (masih jam 4:20). Bebek nunggu dan nunggu sampai jam 4:50, ugh, firasat buruk, pasti telat deh, sedikit berharap travelnya suka ngaret, ternyata Bebek telat 10 menit, mobil travel sudah berangkat dan petugas travel agak jutek (mungkin karena masih subuh dan dia mengantuk atau karena dia mengira Bebek adalah salah satu orang yang memang hobi telat), jadwal untuk keberangkatan jam selanjutnya sudah di-booking semua, Bebek hanya bisa berharap kalau orang yang sudah booking itu batal berangkat. Bebek tanya sang petugas, bagaimana cara ke Bandung selain dengan Cipaganti. Jawaban dia: "tidak ada, hanya ada Cipaganti saja" (Bebek dibohongi). Sambil berharap ada seat kosong dikeberangkatan jam 6 pagi, Bebek browsing cari rencana cadangan kalau-kalau tidak dapat seat jam 6, aiiih, ternyata ada X-trans, tapi Bebek tidak tahu di mana tempatnya (setelah pulang Bebek baru tahu kalau ternyata tempat X-trans lebih dekat dari tempat Bebek daripada Cipaganti). Ya, tapi  ternyata ada rombongan (5 orang) yang batal berangkat, jadi mobil travel yang Bebek naiki hanya ada 2 orang penumpang lainnya. Dan Bebek dapat tempat di samping Bapak sopir yang super baik. Sambil makan roti sarapan, Bebek tanya-tanya bagaimana cara pergi ke Lembang dari Bandung. Sopirnya jelaskan cara ke Lembang dengan detail, warna angkot, ongkosnya berapa, turunnya di mana. Namanya siapa ya, ehmm… kalau tidak salah Bpk Sana. Agak lupa. (Semoga dia selalu menemukan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapinya. Seperti dia membantuku menemukan jalan menuju Vipassana.) 

Bebek berangkat naik Cipaganti jam 6.00, dari Cipaganti WTC Serpong turun di Jl. Cipaganti, terus naik angkot jurusan Kalapa – Ledeng (warna angkot hijau dengan strip biru muda), turun di Jl. Setiabudi (sebelum UPI), naik angkot menuju Lembang (warna kuning muda kecoklatan), turun di pertigaan dekat rumah stroberi, dari pertigaan naik angkot warna hijau kekuningan sampai Vipassana graha, kira-kira jam 10 pagi sudah sampai Vipassana Graha, cuma 4 jam lebih perjalanan.  


Dalam latihan meditasi ini peserta juga diharuskan melakukan atthasila. Atthasila adalah sebuah latihan bagi seorang upasaka/upasika (sebutan bagi penganut agama Buddha) dalam bertekad melatih diri menghindari: 

  1. Pembunuhan makhluk hidup 
  2. Pengambilan barang yang tidak diberikan
  3. Perbuatan tidak suci
  4. Ucapan tidak benar
  5. Minuman memabukkan yang menyebabkan lemahnya kesadaran
  6. Makan makanan setelah tengah hari
  7. Menari, menyanyi, bermain musik dan pergi melihat pertunjukkan; memakai, berhias dengan bebungaan, wewangian dan kosmetik dengan tujuan untuk mempercantik tubuh
  8. Penggunaan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan mewah. 

Yup. 8 hal tersebut sedapat mungkin dihindari. Jadi selama 8 hari Bebek lebih memperhatikan langkah kaki saat berjalan, sebisa mungkin berbagi jalanan dengan para semut dan serangga-serangga kecil, untuk menghindari pembunuhan yang disengaja. Bebek sebisa mungkin tidak mencuri atau memakai apapun tanpa seizin pemiliknya. Bebek sebisa mungkin tidak bersentuhan dengan laki-laki, bahkan tidak memberikan sesuatu kepada laki-laki secara tangan-ke-tangan. Bebek juga berusaha hanya berbicara seperlunya saja, hal ini tidak terlalu sulit bagi Bebek karena memang tidak ada seorang peserta pun yang Bebek kenal pada awalnya. Yang kelima adalah tidak boleh minum alkohol (termasuk juga memakai narkoba sepertinya). Lalu Bebek juga hanya makan dua kali sehari antara jam 6 pagi - jam 12 siang (makan pagi jam 8, makan siang jam 11), makanan sudah disiapkan oleh panitia tentu saja. Yang ke 7  adalah tidak memakai kosmetik, ugh, karena di Lembang suhu udara lebih dingin daripada Tangerang, dan Bebek tidak memakai pelembab malam selama 8 hari kulit muka Bebek mulai kering dan mengelupas, huhuhuhu... sampai-sampai Bebek sebisa mungkin tidak bercermin, supaya tidak seram melihat wajahnya sendiri. Hahahahaha..... Terakhir yang ke 8 adalah tidak tidur di kasur yang mewah, panitia memang hanya menyediakan kasur matras untuk setiap peserta. 


Oh ya, sebagai tambahan kami juga menitipkan ponsel kepada panitia (walau ada juga dari peserta yang tidak mau menitipkan blackberry-nya, dan sempat-sempatnya update status FB). Ya begitulah, karena ini memang pelatihan untuk diri sendiri, bagi mereka yang memang tidak sungguh-sungguh tidak ada sanksi juga sebenarnya. Bebek sendiri berusaha sebisa mungkin melaksanakan semuanya dengan sungguh-sungguh. Hei, kapan lagi ada kesempatan mematikan ponsel, menjauhkan diri dari Facebook, chatting, tidak mendengarkan hingar bingar musik, film, tidak memikirkan pekerjaan, tidak perlu memikirkan banyak hal yang sebenarnya hanya menambah beban. Jadi, selama kegiatan ini hanya ada Bebek dan pikiran Bebek. Kesempatan menenangkan diri yang sangat bagus. 8 hari.


Kegiatan meditasinya cukup padat. Kegiatan peserta dimulai sejak pukul 5:00 dan baru kembali tidur pukul 22:00 (walau kadang lebih malam, dan pada malam tahun baru malah sampai pukul 1:00). Sebagian besar kegiatannya memang hanya meditasi, mendengarkan ceramah, baca paritta, makan, mandi, tidur. Para bhante yang membimbing kegiatan meditasi kali ini adalah: 
  1. YM. Bhante Wongsin Labhiko Mahathera
  2. YM. Bhante Boonsuk Sukhapunno Mahathera
  3. YM. Bhante Maha Wichein Mahathera
  4. YM. Bhante Weerasin Khantiko Thera
  5. YM. Bhante Kamsai Sumano Thera
  6. YM. Bhante Mahawirat Khemacari Thera
  7. YM. Bhante Subin Goshito Thera
  8. YM. Bhante Aggadipo Thera
  9. YM. Bhante Ton Dhammadhiro
  10. YM. Bhante Thitasaddho
  11. YM. Bhante Cakkhavaro
Bebek kurang baik dalam hal meditasi, karena memang sudah lama tidak melakukannya secara rutin. Huhuhu... kesemutan adalah hambatan terbesar Bebek, tapi pada hari terakhir latihan si Bebek berhasil meditasi selama 1 jam penuh tanpa menggerakkan kaki. Oh ya, di sini Bebek berkenalan dengan "Little Angel" yang uiiiih super hebat dalam bermeditasi, selama duduk dia bisa tidak bergerak selama 3 jam. Hahaha, Bebek bisa satu jam saja rasanya sudah senang. 


Rasanya kegiatan meditasi dan mengheningkan diri ini sangat sangat berguna bagi Bebek pada saat itu. Bebek yang waktu itu merasa sedang down dan entah kenapa merasa tidak puas dengan apapun yang Bebek lakukan. Mendengarkan ceramah Bhante yang entah kenapa mengena sekali untuk banyak permasalahan yang sedang Bebek pikirkan jawabannya saat itu rasanya sangat menyegarkan sekaligus menusuk (sebenarnya Little Angel bilang, materi ceramah Bhante-nya sama dengan tahun lalu, hahaha...). Atau mungkin juga karena faktor "melepas beban" yang rasanya menyegarkan. Tahu bahwa hari ini tidak ada pekerjaan, tidak ada kemarahan, tidak ada ekspektasi yang berlebihan, tidak menunggu chat dengan seseorang, tidak ada kekecewaan. Hanya perlu duduk, diam, memperhatikan nafas yang masuk dan keluar dan rasanya tenang (kalau tidak sedang kesemutan, hahaha...). 


Setelah menjalani latihan meditasi, Bebek harus berpikir bagaimana caranya pulang ke Tangerang. Hehehe, karena ponsel Bebek terlanjur diserahkan ke panitia sebelum Bebek booking travel, lagi-lagi Bebek harus dag-dig-dug karena tanggal pulang = tanggal 2 Januari = sehari setelah tahun baru = banyak orang yang juga kembali dari merayakan tahun baru di Bandung, hahahahaa..., lagi-lagi Bebek hampir tidak dapat seat. Travel Cipaganti penuh, Bebek jalan kaki di Jl Cihampelas mencari travel lain, akhirnya pulang dengan X-trans jam 17:00. Perjalanan pulang sangat macet, baru berhasil sampai tempat Bebek jam 10 malam. 


Yang paling membuat Bebek terkesan dalam petualangan kali ini adalah moment saat perjalanan pergi. Bebek punya tujuan, tapi tidak tahu bagaimana caranya mencapai tujuan tersebut, tapi tahap demi tahap, langkah demi langkah membuat tujuan Bebek semakin jelas, bantuan dari orang-orang yang Bebek temui (sopir dan para penumpang angkot) yang dengan ramah mau menunjukkan jalan untuk Bebek. Bebek jadi berpikir, mungkin selama ini si Bebek tidak mencapai apapun dalam hidupnya karena dia sendiri tidak punya tujuan. Tidak tahu dia mau melangkah ke mana. Makanya dia tidak sampai ke mana pun. Akan lebih mudah kalau si Bebek tahu mau ke mana, misalkan dia mau mencapai A, maka dia akan melakukan usaha-usaha dan tindakan-tindakan yang akan membantunya mencapai A. Ya, kita perlu menetapkan apa yang sungguh-sungguh ingin kita capai, perlu tujuan. Kalau pun akhirnya karena banyaknya hambatan kita tidak berhasil mencapai A tersebut, atau mungkin dalam perjalanan menuju A malah mencapai B atau C, setidaknya kita sudah melakukan usaha dan kita mendapatkan sesuatu dalam proses pencapaian A tersebut. Akan lebih baik lagi kalau kita juga bisa menikmati perjalanan mencapai A tersebut. Bukan sekedar hasil, proses menuju ke sesuatu kadang malah lebih menyenangkan, lebih memacu semangat daripada moment saat kita sudah sampai tujuan. Ya, ini salah satu hal yang membuat petualangan kecil Bebek berkesan. Ehmm... satu lagi, perjalanan kali ini juga semacam "pembuktian diri" bahwa Bebek bisa melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri dan berhasil. Karena Bebek mengalami banyak kegagalan akhir-akhir ini ('kegagalan' dalam banyak arti). Sehingga moment ini bisa menjadi titik balik dalam kehidupan Bebek, perubahan arah menjadi uptrend (semoga).


Sebenarnya ada banyak hal lain yang Bebek rasakan dalam pelatihan meditasi kali ini yang belum bisa Bebek ceritakan, karena keterbatasan daya ingat. Hahahahaha.... 




Waktu Latihan


Bebek di hari terakhir pelatihan meditasi, difoto oleh Little Angel

Wednesday, February 23, 2011

Perjalanan

Terinspirasi dari blog salah seorang teman, si Bebek jadi berpikir-pikir tentang tanggal-bulan-dan-tahun yang penuh dengan kenangan (yang menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan). Si Bebek berharap dengan mengingat dan mengenang kembali semua hal itu, dia menjadi lebih rendah hati dalam menjalani kehidupan. Karena dalam setiap kehidupan ada hal buruk dan ada hal baik yang terjadi, yang terpenting mungkin adalah "sikap" kita dalam menghadapi semua hal yang terjadi. (Sedang berusaha untuk ini, hahaha..)

Sikap di sini maksudnya, saat ada hal menyenangkan terjadi, jangan terlalu lupa diri, dengan berpikir bahwa semua ini tidak kekal, suatu saat akan berubah. Begitu pula sebaliknya, saat sedang berada dalam kondisi buruk, jangan terlalu terpuruk, berpikirlah bahwa semua ini akan berlalu juga. Semua duka cita, kesedihan dan kekecewaan, juga tidak kekal, semuanya akan berubah juga. Dengan demikan kita hanya akan mengamati segala sesuatu yang muncul dan hilang dalam kehidupan. Ehmmm... ini tujuan jangka panjang sepertinya. Masih dalam tahap teori. Si Bebek belum terlalu bisa mengaplikasikannya dalam kehidupannya sendiri. Hahaha, yang jelas si Bebek masih termasuk sebagai manusia biasa yang  kadang nangis-nangis saat ada hal menyebalkan terjadi dan masih sering lupa diri saat sedang bahagia. Xixixixixiii...


Selama jangka waktu hidup si Bebek yang singkat dan panjang, inilah bulan-bulan yang menurut ku berada dalam daftar TOP TEN.   (Daftar disusun berdasarkan urutan kejadian)   

1 April 1984 - Si Bebek dilahirkan = :-| , 
Juli 1999 = :-) ,
Agustus 2002 =  :-) ,
September 2006 =  :-) , 
November 2007 = :-| , 
Desember 2007 = :-) , 
 7 Oktober 2009 = :-( ,
April 2010 = :-( ,
Oktober  2010 = :-| ,
Desember 2010 = :-) ,


Pengalaman yang terjadi pada bulan-bulan tersebut mungkin akan ku ceritakan selanjutnya. Hehehehe... tetap semangat!! 


[-O< 

Sunday, February 20, 2011

What doesn't kill you makes you stronger

"What doesn't kill you makes you stronger"
Kira-kira tahun lalu, saat si Bebek mendapatkan "hadiah ulang tahun" paling hebat, salah satu temanku mengatakan kalimat ini saat menghibur. Sekarang saat teringat lagi, yaaa, mungkin memang ada benarnya. Kadang pengalaman pahit yang pertama kali kita dapatkan memang terasa begitu berat. (Mungkin semua yang "pertama" memang akan selalu terasa sulit). Aku ingat saat itu ada hal yang membuatku benar-benar sedih, kecewa, kesal, marah, semuanya bahkan sampai membuatku sulit makan dan tidur. Hahahahaha, kalau diingat sekarang malah terkesan lucu, bagaimana "hal sepele" bisa membuatku begitu kacau. 

Dalam berjalan di kehidupan ini, banyak pengalaman "pahit" justru membuat kita lebih dewasa daripada kehidupan yang nyaman, tenang dan tanpa hambatan. Bukan berarti aku mencari-cari masalah dalam hidup. Hahaha. Bagaimana pun kehidupan yang tenang jauuuuh lebih baik. 

Hanya saja, beberapa pengalaman pahit yang ku alami hampir berturut-turut, membuatku lebih menghargai banyak hal yang sebelumnya sama sekali ku abaikan. Bagaimana ada hal-hal yang kupikir hampir membunuhku (bukan secara fisik), ternyata berhasil membuatku "sedikit" lebih kuat. Bisa dibilang aku adalah orang yang "overprotective" terhadap diri sendiri. Aku secara berlebihan melindungi diriku dari segala sesuatu yang mungkin akan menyakiti perasaan dan hatiku. Dan aku merasa sebagai seorang yang tegar pada saat itu. (Mungkin juga bisa dibilang sombong, karena aku merasa tidak membutuhkan siapapun). Aku merasa bahagia dengan diriku sendiri. Tidak mau terlalu terlibat dengan orang lain, karena mereka hanya akan menyakiti dan menyinggung perasaanku, tidak mau merasa "sayang" atau "sebal", menghindari kata "suka" dan "tidak suka" dengan siapapun. Ok, aku berteman, ada beberapa teman (walau tidak bisa dibilang banyak) yang cukup akrab, tapi selalu menjaga jarak dengan mereka, aku seolah membuat garis yang membatasi mereka agar tidak mencampuri urusanku. 

Jadi begitulah aku di dalam kotak kaca buatanku sendiri, mengira diriku sebagai orang yang tegar dan kuat, ternyata saat benturan-benturan terjadi dalam hidupku, kotak kacanya pecah. Aku mendapati diri sendiri sebagai orang yang sangat-sangat lemah. Semua peristiwa yang pernah ku lihat dan ku dengar dalam kotak kaca, pada saat aku mengalaminya sendiri, ternyata aku tidak bisa mengatasinya sebaik teoriku. Aku nyaris hancur (pemakaian kata yang hiperbol, hehehe...) 

Sekarang di sinilah aku, berusaha belajar "bersosialisasi" dengan lingkungan luar. Berusaha bertemu dengan lebih banyak orang (teman), berusaha tidak menghindari segala sesuatunya.  Berusaha menjadikan semua pengalaman pahit sebagai sesuatu yang membuat ku lebih kuat. Berusaha tidak takut menjalani kehidupan. Belum berhasil tentu saja. Perubahan tidak bisa terjadi dalam 1 bulan atau 1 tahun. Semuanya adalah proses kehidupanku. 

"Pengalaman adalah segalanya"  
(kata-kata Tamaki Suoh, dalam manga Ouran Highschool Host Club)